Academic FAQ

1. Apa yang harus saya lakukan, bila di Kartu Hasil Studi (KHS) tercantum kalimat “saudara diharapkan berkonsultasi dengan pembimbing atau pendamping akademik“?

Mahasiwa harus segera menemui pembimbing atau pendamping akademik di fakultas masing-masing. Dapat juga ke Pusat Layanan Konseling dan Pendampingan Akademik Mahasiswa (PLKPAM).

 2. Apa artinya bila saya menerima surat panggilan dari Academic Advisor?

Bila mahasiswa menerima surat panggilan dari Academic Advisor, berarti mahasiswa tersebut kurang memiliki kinerja akademik yang memuaskan, yaitu: IPK kurang dari 2.00 dan SKS kumulatif kurang dari 9 untuk semester I, kurang dari 18 untuk semester II, atau kurang dari 27 untuk semester III.

3. Apa yang harus saya lakukan bila saya menerima surat panggilan dari Academic Advisor?

Anda HARUS segera menemui Academic Advisor di fakultas masing-masing.

4. Bilakah mahasiswa dinyatakan tidak dapat bergabung lagi dengan Universitas Surabaya?

Seorang mahasiswa dinyatakan TIDAK DAPAT BERGABUNG lagi dengan Universitas Surabaya jika mahasiswa tersebut berstatus Berhenti Studi Tetap (BST)

5. Bilakah status Berhenti Studi Tetap (BST) itu dialami mahasiswa?

BST adalah status mahasiswa yang mengundurkan diri sebagai mahasiswa dari program studi sebelum menyelesaikan seluruh program studinya.

BTS dapat disebabkan karena seorang mahasiswa,

  1. Terkena evaluasi studi tahap I. (IPK kurang dari 2.00; SKS kumulatif kurang dari 36 untuk 2 tahun pertama)
  2. Terkena eveluasi studi tahap II. (IPK kurang dari 2.00; SKS kumulatif kurang dari 78 untuk 2 tahun kedua)
  3. Tidak membayar UPP selama 2 semester berturut-turut.
  4. Bermaksud mutasi ke program studi lain di lingkungan UBAYA.
  5. Pindah ke perguruan tinggi lain.
  6. Berhenti atas keinginan sendiri.
  7. Memperoleh sanksi indisipliner atas perilaku pribadi yang sangat tidak mungkin diterima di lingkungan pendidikan.

 6. Saya berpeluang terkena evaluasi studi (status Drop Out), namun masih ingin tetap kuliah di lingkungan UBAYA. Apa yang dapat saya lakukan?

Sebelum terkena evaluasi studi (status Drop Out), misalnya pada akhir semester III, mahasiswa dapat mengajukan permohonan untuk mutasi (pindah) ke program studi lain, setelah berkonsultasi dengan Academic Advisor.

7. Setelah terkena evaluasi studi (status Drop Out), saya masih ingin kembali kuliah di UBAYA. Apa yang dapat saya lakukan?

Mahasiswa yang terkena evaluasi studi, berstatus Berhenti Studi Tetap (BST), dapat kuliah kembali di lingkungan UBAYA setelah lulus Ujian Saringan Masuk (USM) Universitas Surabaya.

8. Setelah menyusun perencanaan studi untuk suatu semester, dapatkah saya mengubahnya?

Perubahan rencana studi hanya dimungkinkan pada masa perencanaan studi, sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang ditentukan oleh fakultas/politeknik. Setelah masa perencanaan studi berakhir, mahasiswa tidak dapat mengajukan perubahan rencana studi.

9. Dapatkah saya membatalkan suatu mata kuliah ketika suatu semester sedang berlangsung?

Tidak dapat. Mahasiswa sudah menyusun sendiri perencanaan studinya, sehingga diharapkan bertanggung jawab terhadap perencanaan studi tersebut.

10. Bila pada semester I sudah merasa tidak cocok dengan prodi yang saya jalani, dapatkah saya pindah ke prodi lain?

Dapat. Sebelumnya Anda perlu berkonsultasi dengan Academic Advisor untuk menjalani kemungkinan prodi yang lebih cocok bagi Anda.

Perpindahan atau mutasi diperkenankan setelah mahasiswa menyelesaikan semester I. Permohonan dapat diajukan 1 bulan sebelum masa perencanaan studi semester berikutnya dengan syarat:

  • Memiliki STTB sesuai ketentuan yang berlaku untuk prodi yang dituju.
  • Melunasi USP dan UPP dari prodi asal.

Catatan: Khusus penerimaan mahasiswa mutasi ke Politeknik hanya dilakukan pada semester gasal.

11. Dalam suatu semester yang sedang berlangsung, dapatkah saya membatalkan semua mata kuliah yang telah saya pilih?

Dapat, setelah berkonsultasi dengan Academic Advisor. Dalam hal ini, mahasiswa berstatus Mundur Studi Sementara (MSS). Artinya, mahasiswa mengundurkan diri dari semua kegiatan akademik dan non-akademik yang sedang berlangsung pada suatu semester karena alasan tertentu.

Permohonan MSS dapat diajukan mulai saat terbitnya Daftar Peserta Mata Kuliah Tetap (DPMT) hingga hari terakhir minggu tenang (sebelum ujian akhir semester/ UAS)

12. Apa yang dapat saya lakukan bila untuk semester mendatang karena alasan tertentu, saya tidak dapat melanjutkan studi?

Anda dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh status Berhenti Studi Sementara (BSS) setelah berkonsultasi dengan Academic Advisor. Permohonan dapat diajukan sebelum masa perencanaan studi berakhir pada semester itu.

13. Selama masa studi, berapa jumlah MSS dan BSS yang dapat saya ambil?

Mahasiswa dapat mengambil MSS dan BSS sejumlah 4 semester.

14. Bila saya memerlukan informasi atau arahan terkait dengan strategi pengambilan mata kuliah, siapa yang dapat saya temui?

Anda dapat memperoleh informasi atau arahan dari setiap dosen dan Academic Advisor yang ada di program studi. Anda dapat juga menemui Konselor di Pusat Layanan Konseling dan Pendampingan Akademik Mahasiswa (PLKPAM)